Senin, 10 Januari 2011

Konsep Dasar Pemrograman BASIC


Bahasa BASIC adalah salah satu bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang berorientasi ke pemecahan masalah (problem solving). BASIC yang merupakan singkatan dari Beginner’s All purpose Symbolic Instruction Code, ditemukan oleh John G. Kemeny, profesor dari Darthmouth College dan Thomas E. Kurtz pada tahun 1960. Perintah-perintah dalam bahasa BASIC relatif mudah dipahami, baik oleh orang yang awam sekalipun.
Banyak sekali jenis compiler dari versi bahasa BASIC yang ada di pasaran, semisal : BASICA, GWBASIC, MBASIC, Turbo BASIC, Quick BASIC, Power BASIC, dll, akan tetapi pada dasarnya kesemuanya bermuara pada style pemrograman yang sama yaitu bahasa BASIC itu sendiri.
Bahasa BASIC kemudian dikembangkan dengan pemrograman yang lebih terstruktur, dengan tujuan agar sedapat mungkin dihindari penggunaan perintah GOTO yang menyebabkan program menjadi sukar dipahami alurnya. Pada pemrograman terstuktur terdapat perintah penyeleksian kondisi dan berbagai macam alternatif perintah perulangan. Bahasa BASIC yang sudah terstruktur, semisal TURBO BASIC dan Quick BASIC.
Saat ini perkembangan bahasa BASIC sudah sedemikian pesatnya, sehingga terdapat software BASIC yang dapat dijalankan pada platform WINDOWS dan pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming) seperti VISUAL BASIC.
II.1 Data, Konstanta dan Karakter
Kata data adalah bentuk jamak dari kata datum yang berarti fakta. Data adalah istilah umum yang mewakili angka, karakter dan simbol-simbol lain yang berfungsi sebagai masukan untuk proses komputer. Data yang mewakili simbol-simbol bukan merupakan informasi kecuali dalam pengertian tertentu.
Diktat Kuliah Bahasa Komputer I halaman 11 Iwan Syarif Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – ITS
Jenis-jenis data di dalam setiap bahasa pemrograman belum tentu sama, namun biasanya terbagi menjadi beberapa bagian besar, yaitu :
Data Numerik, yaitu jenis data yang digunakan dalam proses aritmatika atau proses matematis lainnya.
Data String, yaitu jenis data yang dapat terdiri dari berbagai macam karakter. Digunakan untuk proses yang non matematis.
Data Logika, yaitu data yang hanya terdiri dari dua satuan, yaitu benar (true) dan salah (false). Digunakan dalam suatu proses logika yang terdiri dari persamaan boolean.
Secara umum tipe data dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu :
a. Tipe String
b. Tipe Numerik
Suatu data sifatnya tetap, dan digunakan dalam pemrograman diistilahkan dengan konstanta. Ada dua tipe konstanta yaitu :
a. Konstanta string/alphanumerik
Contoh : “Hello”, ”PENS”, ”Belajar Bahasa BASIC”
b. Konstanta numerik
Konstanta bulat (integer)
Desimal : terdiri atas angka 0 – 9, contoh : 200, 7, 45
Hexadesimal : terdiri atas angka 0 – F, contoh : &HF00, &HFA3, &H2E
Oktal : terdiri atas angka 0 – 7, contoh : &O107,&O112
Biner : terdiri atas angka 0 – 1, contoh : &B11001100,&B11110011
Konstanta titik tetap (real)
Contoh : 10.13, 32.123, 0.42221
Konstanta titik mengambang (eksponensial)
Yaitu konstanta yang dituliskan dengan scientific notation.
Dengan bentuk umum : bulat.pecahan{E|D} {[+] | [-]+} pangkat
Contoh : 2.23518E+2
II.2. Variabel
Variabel (pengubah) adalah suatu lambang dari sebuah daerah di memori utama komputer yang dapat berisi suatu nilai. Variabel merupakan nama yang mewakili nilai data dimana nilai tersebut dapat berubah pada saat program dieksekusi.
Pada setiap bahasa pemrograman, pemberian suatu nilai ke dalam suatu variabel (assignment) mempunyai bentuk penulisan yang berbeda-beda. Meskipun mempunyai arti yang sama dalam pemrogramannya. Dalam pemrograman bahasa BASIC, di depan penulisan variabel diberikan simbol untuk tiap jenis data yang diwakilinya. (Untuk tiap-tiap jenis data simbol yang diguanakan berbeda dan untuk data numerik, penambahan simbol tersebut sifatnya hanya opsional saja).
Suatu variabel dapat mewakili :
a. Nilai Konstanta
Pecahan = 13.45 Nilai = 85 Nama$ = “Andi”
b. Nilai dari pengubah lain
Nama$=”saya”
Pengarang$=Nama$
c. Nilai yang diperoleh dari kombinasi beberapa pengubah atau nilai konstanta dengan
melalui operator
Pi = 3.141593#
Rad = derajat / 180 * pi
Secara umum syarat-syarat penulisan nama variabel, adalah :
a. Nama variabel jangan terlalu panjang, meskipun harus dengan jelas menunjukkan fungsi nilai data yang diwakilinya. (sebab setiap bahasa pemrograman mempunyai batas maksimal panjang nama variabel).
b. Nama variabel tidak menggunakan tanda-tanda khusus seperti tanda baca dan spasi; meskipun dalam bahasa pemrograman tertentu dapat digunakan suatu pemisah dalam penulisan nama variabel. Dalam BASIC adalah titik (.).
Misal : Nama.Siswa$
Jenis Variabel
Di dalam bahasa BASIC suatu variabel dibedakan atas variabel numerik dan variabel string. Variabel numerik adalah variabel yang mengandung nilai numerik atau angka sedangkan variabel string adalah variabel yang berisi nilai huruf /alpha-numerik. Penggolongan variabel dalam bahasa BASIC dijelaskan pada tabel berikut ini :
Jenis variabel
Simbol
Range nilai
Memory yang
dibutuhkan
String
$
3
byte
Integer
%
-32768 s/d 32767
2 byte
Long Integer
&
-2.147.483.648 s/d
-2.147.483.647
4 byte
Single precision
!
±8.43×10-37 s/d
±3.37×1038
4 byte
Double precision
#
±4.19×10-307 s/d
±1.67×10308
8 byte
II.2.1. Variabel numerik
A. Single Precision
Variabel presisi tunggal (single precision) merupakan default dari variabel yang digunakan dalam bahasa BASIC. Jadi kalau membuat suatu variabel dan tidak ditambahkan karakter apapun (!,#,%,&,$) berarti variabel tersebut bertipe presisi tunggal. Selain itu variabel ini juga biasanya ditulis dengan tambahan karakter ‘!’ di belakangnya. Variabel ini tergolong variabel yang dapat menampung bilangan real (pecahan) dan membutuhkan memory sebesar 4 byte. Variabel jenis ini mempunyai ketepatan sampai dengan 7 digit.
Program 2.1.
‘Variabel bertipe single precision
‘ditulis dengan tanda !
a!=100
b!=3
c!=a! / b!
print c!
‘Variabel single precision dapat juga
‘ditulis tanpa tanda !
x= 22
y= 7
z= x/y
? z
Output :
33.33333206176758 yang dapat dipercaya (significant)
3.142857074737549 hanya 7 digit pertama
B. Double Precision
Variabel bertipe ini mempunyai ketepatan sampai dengan 15 digit. Variabel ini selalu diakhiri dengan tanda ‘#’ dan membutuhkan memory sebesar 8 byte.
Program 2.2.
‘Variabel bertipe double precision
a#=100
b#=3
c#=a# / b#
print c#
x#= 22
y#= 7
z#= x#/y#
? z#
Output :
33.33333333333334 yang dapat dipercaya (significant)
3.142857142857143 sampai dengan 15 digit pertama
C. Integer
Variabel integer adalah variabel numerik yang dapat menampung bilangan bulat (tidak mengandung pecahan) dari –32768 sampai dengan 32767. Bila terdapat nilai pecahan maka akan dibulatkan. Pembulatannya adalah jika lebih besar atau sama dengan 5 maka akan dibulatkan ke atas, sedangkan jika kurang dari 5 akan dibulatkan ke bawah. Variabel jenis ini hanya membutuhkan memory sebesar 2 byte dan penulisannya selalu menggunakan tanda ‘%’.
Program 2.3.
‘Variabel bertipe integer
cls
a% = 22
b% = 7
c% = 22/7
?c%
d%= 5/4
?d%
e%= 10/4
?e%
Output
3 —————- pembulatan ke bawah
1 —————- hasilnya mestinya 1.25 dibulatkan ke bawah
2 —————- hasilnya mestinya 2.5 dibulatkan ke atas
D. Long Integer
Variabel ini juga hanya menyimpan bilangan bulat tetapi mempunyai jangkauan nilai yang jauh lebih besar daripada variabel bertipe integer. Variabel ini selalu diakhiri dengan tanda ‘&’ dan membutuhkan memory sebesar 4 byte.
Program 2.4.
‘Perbandingan variabel integer dan long integer
a= 100
b= 1000
c& = a*b
?c& Output : 100000 (tipe long integer)
d% = a*b
?d% Terjadi overflow / error karena
variabel integer maksimal hanya
mampu menampung nilai -32768 s/d 32767
II.2.2. Variabel string
Variabel string disebut juga dengan variabel alphanumerik. Variabel ini selalu menggunakan tanda ‘$’ dan membutuhkan memory sebesar 3 byte.
Program 2.5.
‘Contoh variabel string
cls
nama$=”Bento”
rumah$=”real estate”
print “Namaku “;nama$;” rumah “;rumah$
a$=”Mukelu”
b$=”jauh”
? a$+” “+b$+”…”
Output
Namaku Bento rumah real estate
Mukelu jauh…
II.3. Operator
Operator adalah simbol-simbol khusus yang digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data (operand).
Ada beberapa jenis operator, yaitu :
a. Operator Aritmatika
Digunakan untuk mengoperasikan data-data numerik, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll. Dalam proses aritmatika tersebut, pengerjaan operasi tergantung dari tingkat valensi operator-operator yang terlibat. Perpangkatan memiliki valensi tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan perkalian, pembagian, pembagian bulat dan sisa pembagian, sedangkan penjumlahan dan pengurangan mempunyai valensi yang terendah.
Operator
Keterangan
Hirarki
^
Pangkat
1
*
Perkalian
2
/
Pembagian real
2
\
Pembagian integer
2
MOD
Modulus (sisa pembagian)
2
+
Penjumlahan
3
-
Pengurangan
3
b. Operator Relasi
Digunakan untuk mewakili sebuah nilai logika (nilai boolean), dari suatu persamaan atau nilai.
Operator-operator yang terlibat adalah :
= : sama dengan
> : lebih besar
< : lebih kecil
<> : tidak sama dengan
>= : lebih besar atau sama dengan
<= : kurang atau sama dengan
c. Operator Logika
Digunakan untuk mengoperasikan operand (konstanta, variabel, atau suatu ekspresi) secara logis. Operator-operator logika yang umum dalam bahasa pemrograman : AND , OR, NOT.
II.4. Ungkapan (Ekspresi)
Ungkapan dapat berupa konstanta (untai/numerik), variabel (untai/numerik) dan nilai tunggal yang diperoleh dengan mengkombinasikan operand dan operator, seperti 5+4.
Ungkapan-ungkapan dibagi menjadi empat kategori :
a. Ungkapan numerik
2 + 5 3 ^ 4 2 + 7 ^ 5
b. Ungkapan string
“ABCD” + “EFGH” A$ + B$
Satu-satunya operator yang berlaku pada ungkapan string hanyalah tanda +, yang berfungsi untuk menggabungkan dua untai.
c. Ungkapan relasi/hubungan
Tipe untai dapat juga menggunakan operator relasi seperti halnya dengan tipe numerik. Misalnya diketahui bahwa ‘A’ lebih kecil dari ‘B’
d. Ungkapan logika
NOT (A)
A>5 AND B=4
A$=”Agus” OR A$=”Doni”
II.5. Perintah-perintah Dasar
Turbo BASIC mempunyai perintah dan fungsi yang banyak sekali. Berikut ini akan dijelaskan perintah-perintah dasar yang paling sering digunakan oleh para programmer pemula.
II.5.1. Perintah-perintah Input
Perintah-perintah input digunakan untuk memasukkan data ke dalam program melalui perangkat luar seperti keyboard, mouse, file, dll. Diantaranya adalah perintah INPUT, LINE INPUT, READ-DATA dan RESTORE
INPUT
Perintah INPUT digunakan untuk menerima masukan data dari keyboard. Variasi penggunaan dan cara penulisan perintah INPUT adalah sbb. :
INPUT a
INPUT x,y
INPUT “Masukkan alas : “,alas
INPUT “Masukkan alas,tinggi :”,alas,tinggi
INPUT “Masukkan kata : “, kata$
Jika pada perintah input tidak ditambahkan pesan (yang tertulis di antara dua tanda petik), pada saat program di-RUN akan keluar tanda tanya yang artinya komputer menunggu pemakai program untuk memasukkan data yang diinginkan. Untuk mengakhiri proses pemasukan data harus ditekan tombol ENTER. Perintah INPUT dapat digunakan untuk memasukkan data numerik (angka) maupun string.
LINE INPUT
Perintah LINE INPUT digunakan untuk memasukkan suatu nilai string ke variabel string. Kelebihan perintah ini dibandingkan perintah INPUT biasa adalah bahwa perintah ini dapat digunakan untuk memasukkan rangkaian string yang dipisahkan oleh tanda koma. Tetapi perintah LINE INPUT tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik.
Contoh perbandingan perintan INPUT dan LINE INPUT :
REM Menggunaan perintah INPUT
INPUT “Masukkan nama : “,nama$
PRINT nama$
Output
Masukkan nama : satu,dua,tiga
satu output tidak sesuai dengan input
REM Menggunaan perintah LINE INPUT
LINE INPUT “Masukkan nama : “,nama$
PRINT nama$
Output
Masukkan nama : satu,dua,tiga
satu,dua,tiga
READ-DATA
Perintah READ dan DATA saling berhubungan. READ membaca data yang didefiniskan oleh perintah DATA. Jumlah perintah READ tidak boleh lebih banyak dari pada perintah DATA. Letak perintah READ boleh di atas perintah DATA maupun di bawahnya.
Program 2.
Data “Agus”,75,”Budi”,68
Data “Dewi”,90
Read nama$,nilai
Print nama$,nilai
Read nama$,nilai
print nama$,nilai
Read nama$,nilai
print nama$,nilai
Read nama$,nilai
print nama$,nilai
Data “Eko”,65
Output :
Agus 75
Budi 68
Dewi 90
Eko 65
RESTORE
Nilai yang tertera pada instruksi DATA hanya dapat dibaca satu kali saja dengan instruksi READ. Agar nilai tersebut dapat dibaca kembali maka dapat digunakan instruksi RESTORE.
Program
Data “Agus”,75
Read nama$,nilai
? nama$,nilai
Read nama$,nilai out of data
? nama$,nilai
Jika program di atas dijalankan maka akan terjadi kesalahan (error) yaitu jumlah data lebih sedikit dari pada jumlah perintah READ, sehingga pada saat dijalankan perintah READ yang kedua terjadi ‘out of data’. Untuk mengatasi hal itu dapat digunakan perintah RESTORE
Program
Data “Agus”,75
Read nama$,nilai
? nama$,nilai
restore
Read nama$,nilai
? nama$,nilai
RUN
Agus 75
Agus 75
II.5.2. Perintah-perintah Output
PRINT
Instruksi output merupakan instruksi yang digunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data oleh komputer, baik melalui monitor, printer maupun media lainnya.
Program
? 1;2;3
? “satu”;”dua”;”tiga”
? 1,2,3
? 1,,2
? “satu”,”dua”,”tiga”
? “satu” “dua” “tiga”
? 10 20 30
Output :
1 2 3
satuduatiga
1 2 3
1 2
satu dua tiga
satuduatiga
10 20 30
PRINT TAB
Untuk mengatur jarak dari nilai yang akan dicetak di layar dapat digunakan perintah PRINT TAB. Perintah ini menggunakan nilai 1 s/d 80
Program :
print “1234567890123456789012345678901234567890″
print tab(1);”Belajar”;tab(10);”Program”;tab(25);”BASIC”
RUN
1234567890123456789012345678901234567890
Belajar Program BASIC
.
PRINT USING
Perintah PRINT USING dapat digunakan untuk mengatur banyak digit yang ingin ditampilkan di layar.
Tanda yang digunakan dalam perintah PRINT USING
#
Menampilkan bilangan sebanyak dengan digit sebanyak tanda #
+#
Menampilkan tand + jika bilangannya positif
$#
Menampilkan tanda dollar di awal bilangan
#.##^^^
Tampilkan output dengan notasi eksponen
*#
Menampilkan tanda * pada sisa spasi kosong di awal bilangan
###,###
Menentukan pemisah digit ribuan dengan tanda ,
###.##
Menentukan jumlah digit pecahan
Program :
a=100000000
print using “###,###,###,###.##”;a
print using “##.###”;10/3
print using “$###,###.##”;12500
print using “*###,###,###,###.##”;a
print using “#.##^^^^”;1234000
Output :
100,000,000.00
3.333
$12,500.00
*****100,000,000.00
1. 23E+06
2.
LPRINT
Perintah LPRINT digunakan untuk menampilkan keluaran program ke printer. Tata cara penulisan sama persis dengan perintah PRINT biasa, hanya saja keluarannya tidak ditampilkan di monitor tetapi di printer.

SAMPAI DISINI DULU...
ADA WAKTU SAYA POSTING LAGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar